Antara Kita dan Pergaulan Bebas?
Coba perhatikan anak, saudara, teman kita atau tetangga
kita. Apakah ada yang berubah pada mereka? Misal, ada apa dengan anak anak itu?
Dia yang sekarang ko beda dengan dia yang dulu ya?! Setiap orang mempunyai
masalah dalam hidupnya, jangan biarkan baik anak, teman , saudara, tetangga
menangani masalahnya sendiri. Rangkulah dia semangati jangan sampai dia
menanggung masalah nya sendiri Karena hal tersebut akan mempengaruhi jiwanya,
trend sekarang yang terjadi yaitu maraknya tragedi bunuh diri, jangan sampai hal
tersebut menimpa orang terdekat kita. “ Nauzubillahimindalik”
Pergaulan di Indonesia sekarang
sudah di campuri dengan budaya luar. Hampir setiap orang terutama remaja
manghalalkan berbagai cara untuk melakukan hal yang tidak baik bahkan apabila
di cermati dan disadari lebih dalam itu termasuk kedalam perbuatan dosa.
Mungkin ini salah satu dari globalisasi, misalnya pergaulan bebas yang
menghilangkan keperawanan seorang perempuan tanpa status yang pasti. Bila hal
ini terjadi pada orang terdekat kita jangan sampai kita menjauhi ataupun
membicarakan hal yang berlebihan atas apa yang terjadi karena kita tidak tau
apa yang sebenarnya terjadi. Kita bukan wasit yang berhak menghakimi apa yang
terjadi pada orang itu.
Trauma berkepanjangan dapat terjadi apabila ternyata pasanganya tidak setia, bisa berujung pada bunuh diri dan juga gila karena ketakutan akan keperawanannya yang telah hilang begitu saja, dan yang paling parah apabila hal tersebut sudah manjadi kebutuhan pribadinya. Sangat tidak menutup kemungkinan dia melayani pria-pria hidung belang karena dia merasa sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi. Padahal tindakan tersebut hanya akan membuatnya terjerumus pada lingkaran setan yang lebih dalam.
Setiap masalah pasti ada jalan
keluarnya, bukan dengan melarikan diri pada hal-hal yang negative seperti tadi.
Kita sebagai manusia yang mempunyai agama dan pasti sempat beriman kepada
tuahannya, jika dalam islam itu Allah SWT akan memberikan kesempatan untuk
bertaubat, karena Allah itu maha adil jadi selama kita ada niat untuk berubah
Allah pasti menolong dan memaafkan setiap umatnya yang benar-banar ingin
bertaubat. Tetapi hal itu tidak semudah yang dibayangkan, harus ada oaring yang
dapat membingbingnya dan menemaninya agar dia tidak merasa sendiri. Pada awalnya
mungkin akan sedikit sulit beradaptasi karena harus meninggalkan
kebiasaan-kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan baik. Yang
terpenting, teguhkan niat untuk berubah, tidak ada kata terlambat untuk lebih
baik. Tuntun orang-orang disekitar kita ke jalan yang benar dan berikan energy positif
terhadap mereka. Maka dari itu pekalah
terhadap lingkungan sekitar kita, jadilah teman yang baik bagi temannya, dan
orang rua yang baik bagi anaknya. Semoga bermanfaat! J
Komentar
-www.fkrimaulana.blogspot.com-
Salam kenal blogger kediri