Yang Aku Rasa Ketika Kau Pergi
Matahari masih bersembunyi di ufuk timur ketika aku sudah bersiap-siap untuk pergi. Berkali-kali aku bercermin untuk memastikan diriku sudah secantik mungkin untuk bertemu dengannya nanti. Balutan gaun putih, sepatu kaca pada kakiku dan rambut terurai dengan sedikit make-up pada wajahku, sempurna, aku tersenyum sembari melihat penampilanku sekali lagi. Setelah memastikan semuanya sempurna, aku membiarkan pinggangku yang sedari tadi berdiri tak karuan di depan cermin untuk istirahat dalam empuknya soffa di ruang tengah, aku menghitung waktu sambil sekali-kali menatap layar handphone untuk memastikan seseorang disana pun sedang bersiap-siap untuk bertemu denganku. Dalam penantian waktu untuk pergi dan mendapat kabar darinya, memori di otakku mulai memutar kembali bagaimana aku dan dia dalam sekolah yang sebentar lagi akan ku tinggalkan. Memoriam itu sedikit mengusikku, membuat sesuatu bergemuruh dalam dada dan membuatku sesak hing...